Rayakan Hari Jadi ke 41 Pemdes Mekarmaju Gelar Seni Budaya dan Kuliner Khas Sunda
Rayakan Hari Jadi ke 41 Pemdes Mekarmaju Gelar Seni Budaya dan Kuliner Khas Sunda
Kepala Desa Mekarmaju Usep Bunyamin saat menyerahkan plakat penghargaan kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad pada momentum HUT ke-41 Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu, Rabu (5/11/2025).
Sejak pagi, warga memadati lokasi acara. Mereka menyaksikan pencak silat, jaipongan, kaulinan budak lembur, serta menikmati kuliner khas Sunda. Pemerintah desa juga memamerkan keahlian warga sebagai pandai besi melalui demonstrasi langsung pembuatan alat pertanian dan kerajinan logam.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad, SE., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Mekarmaju dan seluruh panitia yang bekerja keras menyiapkan kegiatan tersebut.
“Saya memberikan apresiasi penuh kepada Pak Kades dan seluruh tim yang sudah mempersiapkan acara ini dengan sangat baik. Kami hadir untuk memberi dukungan nyata terhadap pelestarian seni dan budaya lokal,” ujar Irvan.
Irvan menjelaskan, Dinas Kebudayaan yang baru berdiri empat bulan terakhir langsung bergerak cepat menjalankan program penguatan budaya di seluruh daerah.
“Sejak Juli 2025, kami terpisah dari Dinas Pariwisata. Bupati Bandung, Bapak Dr. H.M. Dadang Supriatna, memberi dukungan penuh agar kami fokus pada pelestarian budaya. Kami terus berupaya menjaga keberagaman yang tumbuh di Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Ia menilai setiap desa memiliki ciri khas unik yang memperkaya identitas Kabupaten Bandung. “Desa Mekarmaju mampu menunjukkan karakter kuat dengan menjaga seni, budaya, dan kerajinan tradisionalnya. Inilah yang kami harapkan dari setiap desa,” ujar Irvan.
Kepala Desa Mekarmaju, Usep Bunyamin, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan potensi unggulan desa.
“Pada milangkala ke-41 ini, kami ingin memperlihatkan jati diri Desa Mekarmaju sebagai Kampung Pandai Besi. Kami menampilkan seni daerah dan membuka workshop pandai besi agar masyarakat mengetahui proses pembuatannya,” katanya.
Usep menuturkan, pengrajin pandai besi di desanya mampu mengolah besi dari bahan mentah hingga produk jadi seperti golok dan alat pertanian. “Kami ingin semua orang melihat langsung bagaimana warga kami menempa besi, memberi bentuk, lalu menambahkan sarung atau finising-nya. Inilah keahlian turun-temurun yang menjadi kebanggaan desa,” tutur Usep.