UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA TINGKAT KABUPATEN BANDUNG

UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA TINGKAT KABUPATEN BANDUNG

Wargi Kabupaten Bandung...

Berdasarkan informasi  dari Tim Bea Cukai dan Satpol PP jumlah barang yang akan dimusnahkan yakni sebanyak ± 4,5 juta batang rokok ilegal serta ± 500 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tanpa cukai.

"Fenomena rokok ilegal serta minol ilegal itu seperti fenomena gunung es yang terlihat hanya pucuknya sedikit, padahal sesungguhnya di lapangan sangat banyak. Ke depan kami berharap kerjasama ini lebih ditingkatkan lagi agar lebih efektif memberantas rokok dan minol ilegal," ungkap Pjs Bupati Bandung Dikky Achmad Sidik.

Perlu diketahui, Dana Bagi Hasil Cukai hasil tembakau DBHCHT tahun anggaran 2024 yang diterima Pemerintah Kabupaten Bandung ditambah silpa tahun 2023 pada perubahan anggaran 2024 tercatat sekitar Rp27 Miliar.

Dalam agenda tersebut, Pjs mengatakan, dengan pemusnahan ini, Pemkab Bandung telah mengambil langkah nyata dalam melindungi masyarakat dari berbagai bahaya kesehatan, serta merupakan bentuk tindakan tegas yang akan memberikan pesan bahwa pemerintah kabupaten bandung tidak akan toleran terhadap segala bentuk pelanggaran barang kena cukai ilegal

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Bea Cukai, dan Kanwil Direktorat Jendral Kekayaan Negara Jawa Barat atas penghargaan yang diberikan kepada kami semoga penghargaan, hal ini menjadi motivasi kepada kami untuk lebih baik dalam pengelolaan DBHCHT," tutupnya.
Izin share pak
izin share pak
Wargi Kabupaten Bandung...

Dalam agenda tersebut, Sekda @cakra.amiyana mengatakan, pertanian tidak hanya menjadi sektor yang strategis dalam mendukung kedaulatan pangan, tetapi juga berperan sebagai lokomotif pembangunan perekonomian.

"Di era  saat ini, digitalisasi pertanian secara global membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dengan pemanfaatan teknologi digital, petani dapat lebih mudah mengakses pasar, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan rantai pasokan," ungkap sekda.

Melalui program-program tersebut, sekda optimis bahwa sektor pertanian di Kabupaten Bandung akan semakin kuat dan berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.