Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-384 Kabupaten Bandung Tahun 2025
Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-384 Kabupaten Bandung Tahun 2025
Wargi Kabupaten Bandung..
Bupati Bandung, @dadangsupriatna,
dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-384
menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Bandung. Ia
menegaskan pentingnya semangat pembangunan berkelanjutan dan merata,
selaras dengan tema “Bandung Lebih Bedas 2025” yang menjadi arah
kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Beragam capaian strategis
turut disampaikan, di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia
(IPM), penurunan angka kemiskinan ekstrem, pertumbuhan ekonomi yang
lebih tinggi dari rata-rata nasional, peningkatan Pendapatan Asli Daerah
(PAD), serta pembangunan rumah sakit baru dan peningkatan infrastruktur
jalan serta program rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Pada
sektor pendidikan dan sosial, pemerintah daerah telah membangun
sekolah-sekolah baru, menerapkan muatan lokal untuk memperkuat karakter
peserta didik, dan menggulirkan program beasiswa. Dukungan juga
diberikan melalui insentif bagi guru ngaji, serta upaya pengelolaan
sampah yang lebih baik. Selain itu, tata kelola pemerintahan berhasil
dipertahankan dengan raihan opini WTP dan nilai tinggi dalam program MCP
dari KPK.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh
pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan
bahwa dirinya bersama Wakil Bupati telah resmi dilantik untuk masa
jabatan kedua, dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk
terus menjaga kolaborasi dan semangat gotong royong demi mewujudkan visi
“Bandung Lebih Bedas, Maju, dan Berkelanjutan”.
Sementara itu,
Wakil Gubernur Jawa Barat turut memberikan apresiasi atas capaian
Kabupaten Bandung yang kini berusia 384 tahun. Ia menyoroti kemajuan di
bidang ekonomi, infrastruktur, dan lingkungan, serta dukungan Pemprov
Jabar melalui digitalisasi layanan publik, penguatan sektor pertanian
ramah lingkungan, dan pengembangan wisata berbasis budaya dan alam. Hari
jadi ini, menurutnya, harus menjadi momentum untuk memperkuat tekad
membangun masa depan yang lebih baik secara inklusif dan berkelanjutan.